Baiklah, ini dia kisah pendek bergaya dracin berjudul 'Pelukan yang Tersisa Dalam Bayang Waktu': **Pelukan yang Tersisa Dalam Bayang Waktu** Suara piano mengalun lembut di ballroom yang gemerlap. Cahaya lilin menari-nari di dinding, memantulkan senyum *manis* yang menghiasi wajah Aileen. Gaun sutra berwarna *lavender* yang membalut tubuhnya bergerak anggun saat ia menyambut para tamu. Malam ini adalah perayaan atas kesuksesan perusahaannya, Lin Corporation, yang meroket di bawah kepemimpinannya. Namun, di balik senyum itu, tersembunyi *badai* yang dahsyat. Dua tahun lalu, Aileen adalah seorang wanita yang dibutakan cinta. Ia memberikan seluruh hatinya, seluruh kepercayaannya, kepada Li Wei, tunangannya. Li Wei, dengan senyumnya yang *menipu* dan janjinya yang setulus madu, berhasil menaklukkan hatinya. Ia menyerahkan semua informasi penting tentang Lin Corporation kepada Li Wei, yakin bahwa mereka akan membangun kerajaan bisnis bersama. Namun, *cinta* itu berubah menjadi *pengkhianatan* yang pahit. Li Wei, yang ternyata adalah mata-mata dari perusahaan saingan, menggunakan informasi itu untuk menjatuhkan Lin Corporation dan menghancurkan reputasi Aileen. Ia menghilang, meninggalkan Aileen dengan perusahaan yang nyaris bangkrut dan hati yang hancur berkeping-keping. *Pelukan* Li Wei yang dulu terasa hangat, kini terasa seperti *racun* yang perlahan membunuh. *Janji* yang terucap dari bibirnya berubah menjadi *belati* yang menusuk jantungnya. Aileen, meski terluka, tidak membiarkan dirinya larut dalam keputusasaan. Dengan *kekuatan* yang luar biasa, ia bangkit kembali. Ia bekerja keras, berjuang mati-matian untuk memulihkan Lin Corporation. Ia belajar untuk tidak mempercayai siapa pun, membangun dinding tinggi di sekeliling hatinya. Ia menyimpan *luka* itu dalam-dalam, menyembunyikannya di balik *keanggunan* dan *ketenangannya*. Malam ini, di antara gemerlap pesta, ia melihat Li Wei. Li Wei berdiri di sudut ruangan, menatapnya dengan tatapan *penyesalan* yang kentara. Ia mendekat, mencoba meraih tangan Aileen. "Aileen, aku... aku minta maaf," bisiknya, suaranya bergetar. Aileen menatapnya dengan tatapan dingin. Tidak ada amarah, tidak ada air mata. Hanya *kekosongan*. Ia menarik tangannya, lalu tersenyum sinis. "Maaf? Apa maafmu bisa mengembalikan dua tahun hidupku yang terbuang?" Ia mendekatkan bibirnya ke telinga Li Wei, membisikkan kalimat yang membuat tubuh Li Wei menegang. Kalimat itu adalah informasi yang Aileen dapatkan tentang perusahaan Li Wei yang sedang berada di ambang kehancuran. Informasi yang bisa menyelamatkan perusahaan itu hanya ada padanya. Ia bisa saja memberikan informasi itu, tetapi... ia tidak akan melakukannya. Ia melihat Li Wei, seorang pria yang dulu dicintainya, kini terpojok dan putus asa. Kebangkrutan perusahaannya, kehancuran reputasinya... inilah *balas dendam* Aileen. Bukan darah, bukan kekerasan, tapi *penyesalan abadi* yang akan menghantuinya seumur hidup. Aileen berbalik, meninggalkan Li Wei yang terpaku di tempatnya. Ia berjalan menjauh, meninggalkan ballroom yang gemerlap, kembali ke kesendiriannya. Ia tahu, ia tidak akan pernah benar-benar bahagia. Ia telah kehilangan sesuatu yang berharga, dan balas dendam tidak akan pernah bisa menggantikannya. Di balik ketenangannya, Aileen tahu bahwa cinta dan dendam lahir dari tempat yang sama... *hati yang terluka*.
You Might Also Like: 0895403292432 Reseller Skincare
Share on Facebook