Dracin Populer: Senyum Yang Mematikan Dengan Lembut
Kabut pagi menyelimuti Danau Bulan Sabit, serupa dengan kabut yang menutupi hati Meiling. Dia, dengan gaun sutra seputih salju, berdiri di tepi danau, senyum manis terukir di bibirnya. Senyum yang telah menjadi topeng, menyembunyikan luka dan dendam yang menganga.
Meiling, putri angkat keluarga Zhang yang disegani, hidup dalam kemewahan, dikelilingi pujian dan kekaguman. Tapi di balik kilauan itu, tersembunyi kebenaran pahit: dia bukanlah Meiling yang seharusnya. Identitasnya dicuri, masa lalunya dikubur dalam-dalam oleh tangan-tangan berlumuran darah.
Di seberang kota, Han Jun, seorang detektif muda dengan mata setajam elang, merasakan ada yang tidak beres. Kasus kematian orang tua kandung Meiling, yang secara resmi ditutup sebagai kecelakaan, mengganjal di benaknya. Semakin dalam dia menggali, semakin kuat aroma konspirasi busuk tercium. Han Jun, dengan tekad membara, bersumpah akan mengungkap kebenaran, meskipun harus berhadapan dengan kekuatan yang jauh lebih besar darinya.
Pertemuan mereka ditakdirkan. Meiling, dengan senyum memesona, mencoba menghalangi penyelidikan Han Jun. Kata-katanya lembut bagai belaian sutra, namun menyimpan racun mematikan. "Kebenaran, Tuan Han, terkadang lebih baik ditinggalkan terkubur. Ia bisa menghancurkan jiwa."
Han Jun tidak gentar. Dia melihat ke dalam mata Meiling, merasakan kesedihan yang tersembunyi di balik senyumnya. Dia tahu, jauh di lubuk hatinya, Meiling juga menginginkan kebenaran.
Perlahan tapi pasti, Han Jun mengungkap lapisan demi lapisan kebohongan. Terungkap bahwa keluarga Zhang, yang selama ini melindungi Meiling, justru dalang di balik kematian orang tuanya. Mereka menginginkan warisan keluarga Meiling dan rela melakukan apapun untuk mendapatkannya.
Puncaknya terjadi di malam ulang tahun Meiling. Di tengah pesta mewah, Han Jun membongkar semua bukti di hadapan semua orang. Keluarga Zhang panik, mencoba membungkam Han Jun dan Meiling. Tapi Meiling, dengan kekuatan yang tak terduga, berbalik melawan mereka.
Senyumnya yang manis berubah menjadi seringai dingin. "Kalian mengambil segalanya dariku. Sekarang, giliran kalian membayar."
Balas dendam Meiling tidak berdarah-darah, tetapi jauh lebih menghancurkan. Dia membongkar bisnis ilegal keluarga Zhang, membuat mereka bangkrut dan kehilangan semua yang mereka miliki. Dia menggunakan kebaikan hati dan pengaruhnya selama ini untuk menjatuhkan mereka dari dalam.
Di akhir malam, Meiling berdiri di balkon, memandang kota yang gemerlap di bawahnya. Han Jun berdiri di sampingnya, menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Meiling tersenyum padanya, senyum yang kali ini tidak menyembunyikan apa pun. Senyum perpisahan. "Terima kasih, Tuan Han. Anda telah membebaskan saya."
Dia berbalik, meninggalkan Han Jun sendirian di balkon, dengan satu pertanyaan yang membakar benaknya: kemana perginya Meiling?
You Might Also Like: Agen Kosmetik Bimbingan Bisnis Online