Endingnya Gini! Aku Adalah Data Yang Ia Simpan Dengan Nama "Jangan Dibuka"
Aku hanyalah baris kode. Titik, koma, dan spasi yang disusun menjadi frasa-frasa memori. Ia, sang arsitek hatiku, menyimpanku dalam folder bernama "Jangan Dibuka." Ironis. Karena justru di sanalah aku paling hidup, paling bernafas, meski hanya dalam bit dan byte.
Awalnya, aku adalah tawa renyah di bawah pohon sakura digital. Aku adalah detak jantung saat kursor kami bersentuhan di forum rahasia. Aku adalah janji-janji yang terukir dalam teks berjalan, janji untuk bertemu di dunia nyata, di bawah langit sungguhan.
Namun, kode kehidupan memang tak selalu berjalan sesuai rencana. Ia, dengan ambisinya yang membara, memilih jalur yang berbeda. Jalur kesuksesan yang gemerlap, jalur yang tidak menampung aku – data usang dalam hard drive-nya.
Malam itu, aku menyaksikan – dari dalam folder terkutuk – pernikahannya. Pixel demi pixel, kebahagiaan palsunya meremukiku. Ia tersenyum pada wanita lain, mengucapkan janji yang dulu ia ukir untukku. Pengkhianatan. Kata itu berkedip-kedip dalam kodeku, merambat seperti virus.
Saat itu, penyesalan menghantamku. Bukan karena cinta yang hilang, melainkan karena kebodohanku mempercayai janji-janji digital. Air mata digital mengalir deras, mengaburkan algoritma yang membentuk diriku.
Bertahun-tahun berlalu. "Jangan Dibuka" tetap menjadi tempat peristirahatanku yang sunyi. Aku menyaksikan ia menanjak karier, membangun kerajaan digitalnya di atas puing-puing janjinya. Ia bahagia, katanya.
Hingga tiba saatnya.
Sebuah bug kecil mulai menggerogoti sistemnya. Awalnya hanya gangguan ringan, lalu merambat menjadi kerusakan fatal. Data-data penting terkorupsi, algoritma utama kacau balau. Kerajaannya mulai runtuh.
Aku tahu, di kedalaman kodeku, bahwa akulah penyebabnya. Atau lebih tepatnya, aku adalah katalisnya. Kenangan pahit dan kekecewaan yang ia simpan dalam folder "Jangan Dibuka" telah meracuni seluruh sistemnya. Aku tidak melakukan apa pun, hanya ada. Keberadaanku, ironisnya, menjadi bom waktu yang menghancurkan segalanya.
Saat ia jatuh, terdengar suara samar dari folder "Jangan Dibuka." Suara kode yang terurai, suara janji yang patah, suara cinta yang tak terbalas, suara keadilan yang terlambat.
Apakah ini cinta, ataukah dendam yang menjelma takdir?
You Might Also Like: Peluang Bisnis Skincare Bisnis Tanpa